03 May, 2009

Amien rais , Hatta radjasa dan SB Akrab di Rakernas PAN



Yogyakarta - Meski dikabarkan hubungan merenggang pasca Pemilu Legislatif 2009, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN, Amien Rais dan Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir (SB) terlihat saling berpelukan dan berjabat tangan di Rakernas PAN di Yogyakarta.

Amien dan SB bertemu di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Balroom, Hotel Sheraton Yogyakarta, Jalan Solo Km 6, Sabtu (2/5/2009). Rakernas akan membahas perkembangan partai pasca Pileg dan koalisi dalam Pilpres 2009.

Amien datang bersama Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. Setelah kedua duduk di kursi dan bercakap-cakap, tidak lama berselang Hatta Radjasa tiba bersama rombongan.

Kedatangan Hatta langsung disambut ratusan pengurus DPW PAN se-Indonesia dan simpatisan PAN yang semuanya mengenakan jas warna biru berlambang sinar matahari.

Tampak hadir pula anggota MPP PAN yang saat ini mencalonkan diri jadi anggota DPD RI dari DKI Jakarta, AM Fatwa dan pakar ekonomi Didik J. Rachbini. Hadir pula beberapa anggota fraksi Amanat Nasional DPR RI seperti Ahmad Farhan Hamid, Alvin Lie, dan Ketua OC Taufik Kurniawan.

Sambil menikmati sajian pertunjukkan kesenian murid-murid SD dan SMP Budi Mulia, Amien dan Hatta berbincang-bincang santai. Tak lama kemudian SB tiba di tempat acara. Dia langsung berjabat tangan dan berpelukan dengan Hatta Radjasa, Amien Rais, Bambang Sudibyo dan AM Fatwa.

SB juga menyalami beberapa orang tamu yang berada di kursi bagian depan. SB kemudian duduk di kiri Amien. Sedang Hatta dan AM Fatwa duduk di kanan Amien tepat di depan panggung utama.

( bgs / aan )
Reblog this post [with Zemanta]

Rumah Megawati soekarno putri Ditempeli 'Tolak Capres-Cawapres Pelanggar HAM'


Jakarta - 4 Pemuda tidak dikenal memasang spanduk warna putih dengan tinta merah bertuliskan 'Tolak capres-cawapres pelanggar HAM' di depan rumah Megawati Soekarnoputri. SBY, Sutiyoso, Prabowo dan Wiranto disebut sebagai pelanggar HAM.

4 pemuda yang kompak mengenakan kaos warna merah itu memasang spanduk itu di pohon, yang terletak depan rumah Mega, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2009).

Mereka juga menyebarkan selebaran bertuliskan 'Nama-nama seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Sutiyoso adalah 2 orang yang harus bertanggungjawab atas tragedi kerusuhan 27 Juli 1996'.

MegawatiImage by Yan Arief via Flickr



Selain itu, munculnya nama Prabowo Subianto dan Wiranto juga merupakan kelengahan kita yang mudah melupakan sejarah. Kedua tokoh ini adalah terlibat pelanggaran HAM berat. Selebaran itu disebar Barak Perjuangan, korban 27 Juli 1996, yang berkantor di eks kantor DPP PDI.

Setelah membaca spanduk itu, sekitar 10 sekuriti tampak berkumpul dan bergegas mencopotnya. Mereka bahkan berusaha mengejar pemuda tersebut. Namun, pemuda itu langsung tancap gas dengan mengendarai motor.

( aan / nrl )
Reblog this post [with Zemanta]

Soetrisno Bachir Bersumpah Tidak Terima Uang Sepeser Pun





Yogyakarta - Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir bersumpah demi Allah tidak menerima sepeser pun keuntungan pribadi saat berkomunikasi politik dengan partai lain, termasuk desas-desus US$ 2 juta.

"Selama ini ketika membangun komuniksi politik dengan partai lain, saya tidak mengambil sepeser pun keuntungan pribadi. Demi Allah, saya tidak menerima desas desus US$ 2 juta. Semoga Allah menjaga diri saya dan integritas saya. Dan ketulusan seperti inilah yang harus kita jaga," kata SB.

Hal ini disampaikan dia saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Ballroom Hotel Sheraton Yogyakarta, Jalan Solo Km 6, Sabtu (2/5/2009).

You stay in my heart.Image by Prilaz™. via Flickr


Dalam kesempatan itu, SB mengatakan PAN bukan partai biasa. "Tetapi partai yang didirikan Amien Rais dan rekan-rekannya. Andaikata bukan Amien, saya tidak mungkin masuk PAN karena PAN mengusung agenda reformasi," ujarnya.

SB meminta kader PAN harus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara. "Jika kita ingin kekayaan dan keuntungan pribadi tidak usah berpolitik, berbisnis itu lebih riil dan harta juga lebih kaya serta berkah," kata SB.

Dalam koalisi dengan Partai Gerindra, beredar isu SB mendapat US$ 2 juta sebagai uang muka jika berkoalisi dengan Partai Gerindra.

( aan / nrl )
Reblog this post [with Zemanta]

Pendukung Hatta dan SB Adu Mulut di Rakernas PAN


Jakarta - Perang mulut terjadi antara pendukung Hatta Rajasa dan Soetrisno Bachir (SB) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Yogyakarta. Mereka saling melemparkan yel-yel mendukung jagoan masing-masing.

"Hidup SB, hidup SB..!!" teriak sekitar 25 orang pendukung SB.

"Hidup Hatta, hidup Hatta!! balas pendukung Hatta yang kurang lebih berjumlah sama.

Hal ini terjadi di luar ruang sidang, Ballroom Hotel Sheraton Yogyakarta, Jalan Solo Km 6,

Mohammad Hatta, the first vice president of In...Image via Wikipedia

Sabtu (2/5/2009). Sedangkan di dalam ruangan sedang berlangsung perumusan hasil pandangan umum DPW-DPW PAN se-Indonesia.

Saat adu mulut sedang berlangsung, Ketua Majelis Penasihat Partai Amien Rais sempat keluar ruangan dan meninggalkan hotel.

Para pendukung juga membawa sejumlah poster dan spanduk. Poster di antaranya bertulis 'SB Kami Mendukungmu. Kami Tetap di Belakangmu'. Sedangkan poster lain bertulis "Lanjutkan Susilo-Hatta'.

Meski demikian, tidak terjadi bentrok antara kedua pendukung pentolan partai berlambang matahari terbit itu.

Ketua DPW PAN Jatim Suyoto yang sempat keluar ruangan, menyatakan dirinya dan seluruh kader Jatim akan walkout, jika keputusan dalam Rakernas tidak ada tanda tangan SB dan Amien Rais, dua tokoh yang dikabarkan punya pandangan berbeda soal koalisi.

"Ya kalau keputusannya tidak menghadirkan orang itu, kami milih walkout," ancamnya.
( lrn / nrl )
Reblog this post [with Zemanta]

Wagub Sumsel Dikabarkan akan Pimpin Partai Demokrat Sumsel

Palembang - Pasca Pemilu Legislatif 2009 yang menempatkan Partai Demokrat sebagai kekuatan baru partai politik di Indonesia, banyak kader dari partai lain ingin bergabung de

Susilo Bambang YudhoyonoImage by blueaubrey via Flickr

ngan partainya SBY itu. Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf diisukan masuk dalam bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel.

Meskipun Eddy Yusuf selama ini dikenal sebagai kader Partai Golkar sejak muda aktif di MKGR, tapi pengurus PD di Sumsel mengakui Eddy Yusuf sudah lama menjadi kader PD. Hanya selama ini Eddy belum masuk pada jenjang pengurus partai atau baru sebatas kader biasa.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Syaiful Islam, kepada pers, Sabtu (02/05/2009), terkait kabar bakal masuknya Eddy Yusuf dalam bursa Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel periode mendatang.

"Secara sadar Eddy Yusuf sudah menjadi kader Partai Demokrat sejak tahun 2005 ketika mencalonkan sebagai Bupati OKU lalu," kata Syaiful.

Namun, terkait Eddy bakal mencalon sebagai Ketua DPD Partai Demokrat mendatang, Syaiful mengaku belum tahu. Hal itu akan dikembalikan pada AD/ART partai untuk melihat apakah hal tersebut dimungkinkan. Namun secara prinsip, Partai Demokrat adalah partai terbuka sehingga memungkinkan setiap warga negara mencalonkan diri.

“Bila memang benar ya mencalonkan diri, itu bisa menjadi darah segar bagi Partai Demokrat," ujarnya. Diperkirakan bahwa suksesi kepemimpinan Partai Demokrat di Sumsel baru akan berlangsung pertengahan tahun 2010 mendatang.

( tw / anw )
Reblog this post [with Zemanta]